Al-Fatihah ayat 3

By Muhammad Rusli Malik
In Tafsir Al-Fatihah
December 12, 2010
0 Comments
1739 Views

SURAT AL-FATIHAH Ayat 3

(Yang Maha Pengasih Yang Maha Penyayang)

1). Di ayat ini (1:3), frase ar-Rahman ar-Rahim berdiri sendiri. Tapi di ayat 1 menjadi bagian dari bismillah. Yaitu ketika Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah, yang lengkap dengan predikat utamanya: Bismillah ar-Rahman ar-Rahim.  Melalui ayat ini, Allah menginformasikan kepada manusia bahwa predikat utama bagi Diri-Nya ialah ar-Rhman ar-Rahim. Ibarat seekor burung yang terbang dengan dua sayap: sayap ar-Rahman dan sayap ar-Rahim. Allah menjalankan pemerintahan-Nya dengan dua predikat utama ini. Betul, Allah punya banyak Nama yang indah (al-asma’ al-husna), tapi kalau semuanya itu diperas, maka intisarinya terpulang kepada dua Nama ini. Terbukti saat Dia menempatkan kedua Nama ini dalam satu ayat yang mandiri di dalam Surat al-Fathihah (yang merupakan intisari dari seluruh kandungan al-Qur’an). Kesimpulannya: Allah mengendalikan seluruh realitas dengan KASIH dan SAYANG. Luar biasa…!!!

2). Ar-Rahman ar-Rahim mempunyai akar kata yang sama: ra-hi-ma (rahima, mengasihi dan menyayangi, to have mercy upon, be merciful toward). Dari sini kemudian lahir kata RAHMAH (kasih sayang, mercy, leniency, compassion, pity, sympathy, kindness). Zat Allah itu tunggal. Lalu apa sifat utama dalam ketunggalan Zat-Nya itu? Allah sendiri yang menjawabnya: Dia menetapkan atas Diri-Nya RAHMAH (6:12). Karena yang ada dalam Diri-Nya adalah RAHMAH maka (seluruh realitas) yang menjelma dari Diri-Nya sudah barang tentu juga  merupakan (berkas cahaya) RAHMAH. Maka jiwa yang mampu menyerap seluruh realitas itu juga sama dengan menampung seluruh RAHMAH yang memancar dari Diri-Nya, sehingga terjadilah apa yang disebut manunggaling kawulo lan Gusti atau Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud).

3). Lalu apa perbedaan antara ar-Rahman dan ar-Rahim? Pertama, susunan ini (ar-Rahman ar-Rahim) tidak pernah bertukar. Tidak pernah ar-Rahim mendahului ar-Rahman.. Kedua, dalam al-Qur’an, jumlah kata ar-Rahman (57 kali) lebih sedikit daripada ar-Rahim (97 kali). Ketiga, Allah sering sekali menggunakan ar-Rahman sebagai pengganti bagi diri-Nya. Contohnya: birrahman (19:18), setara dengan billah; lirrahman (19:26, 44 dan 92), setara dengan lillah; minarrahman (19:45) seara dengan minallah; ‘alarrahman (19:69) setara dengan ‘alallah; ‘indarrahman (19:78 dan 87), setara dengan ‘indallah; ilarrahman (19:85), setara dengan ilallah; ayaturrahman (19:58), setara dengan ayatullah; ‘ibadurrahman (25:63), setara dengan ‘ibadullah; dst. Itu tidak pernah terjadi pada ar-Rahim. Yang bisa kita tangkap dari semua itu ialah bahwa Rahman-Nya Allah mencakup seluruh realitas yang ada, sementara Rahim-Nya hanya diberikan kepada hamba-Nya yang benar-benar beriman (33:43). Rahim-Nya adalah tambahan terhadap Rahman-Nya. Tetapi meski hanya tambahan, kualitasnya jauh lebih tinggi daripada Rahman-Nya. Ini pertanda bahwa nilai orang beriman jauh melampaui semua itu. Itu juga sebabnya mengapa Allah mengatakan bahwa budak beriman lebih mulia daripada orang merdeka beserta seluruh kelebihan lahiriah mereka (2:221).

4). Di dalam al-Qur’an ada satu Surat yang bernama ar-Rahman, yang juga dimulai dengan kata ar-Rahman sebagai satu ayat yang berdiri sendiri. Kemudian ditutup dengan ayat: Mahasuci Nama Tuhanmu yang memiliki Ketinggian dan Kemuliaan (55:78). Di surat ini ada satu kalimat (ayat) yang berulang sebanyak 31 kali (sama dengan jumlah terbanyak hari dalam satu bulan). Yaitu: maka nikmat Tuhan yang manakah yang kalian dustakan? Maksudnya, setiap hari manusia harus bersyukur atau berterima kasih kepada Allah, kepada ar-Rahman (yang telah menciptakan seluruh realitas), agar mereka mengimani-Nya, agar mereka mendapatkan Rahim-Nya.

AMALAN PRAKTISIsilah hari-hari Anda dengan zikir ar-Rahman ar-Rahim agar Dia mengisi hati Anda dengan sifat kasih dan sayang, sifat yang nyaris hilang disapu oleh gelombang individualisme dan materialisme.

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

3 Responses to “Al-Baqarah ayat 206”

  1. Deacon says:

    “The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it.” (Surah al-Baqarah 2:185)

    ******** HAVE A BLESSED AND JOYOUS RAMADAN EVERYBODY RAMADAN KAREEM**********

    We will be having Iftar here in the UAE around 6.42 pm…. how about you?

  2. rangga says:

    Terimakasih, akhirnya paham arti shibghah..

  3. any says:

    Assalamualaikum.. Wr. We
    Sungguh luar biasa dalill YG di paparkan Oleh akhy / ukhty..

    Ringkas, makna menjadi terungkap pemahaman baru Dan insya^Allah kita termasuk ORANG-ORANG yang beriman Di jalan Allah SWT. Aamiin,
    Wassalam..

Leave a Reply