Al-Baqarah ayat 98

By Muhammad Rusli Malik
In Tafsir Al-Baqarah
March 8, 2011
0 Comments
2682 Views

SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 98

 

مَن كَانَ عَدُوّاً لِّلّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ

[Sesiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.]

[Whoever is the enemy of Allah and His angels and His messengers and Jibreel and Meekaeel, so surely Allah is the enemy of the unbelievers.]

 

1). Di sini Allah membuat satu sistem komando yang mendasarkan konsepnya pada hirarki eksistensial. Di Puncak tertingginya Allah sendiri, kemudian di bawah-Nya ialah para malaikat. Di bahawnya lagi ada para rasul. Kalau Allah mengulangi kembali penyebutan dua nama malaikat (Jibril dan Mikail), itu mungkin karena dua alasan. Pertama, Allah hendak menegaskan bahwa kedua malaikat itu juga menjalankan tugas-tugas kerasulan. Begitu juga dengan malaikat-malaikat yang lain. “Berkata Ibrahim: ‘Apakah urusanmu yang penting hai para rasul (malaikat yang diutus)?’….Maka tatkala para rasul itu datang kepada kaum Luth beserta pengikut-pengikutnya.” (15:57 dan 61) Kedua, Dia hendak memperkenalkan bahwa keduanya terus-menerus menjalankan tugasnya kendati para rasul dari kalangan manusia secara fisik sudah tidak ada lagi setelah kewafatan Rasulullah Muhammad saw. Di alam nonfisik, nonmateri, alam ghaib, alam sakral-transendental, sudah barang tentu juga tidak ada kematian fisik. Selain karena sifatnya yang memang nonfisik tadi, juga karena tidak belaku lagi hukum sebab-akibat di sana. Bukankah kematian secara fisik memestikan adanya sebab fisik pula?

Karena adanya satu sistem komando yang bermula dari puncak, Allah, maka menentang yang di bawah sama dengan menentang yang di puncak. Menentang para rasul sama dengan menentang Allah. Bahkan siapa yang menetang orang yang dipilih dan dicintai Rasul sama dengan menetang Allah dan Rasul-Nya, karena pilihan Rasul pada dasarnya sama dengan pilihan Allah. Mentaati Rasul sama dengan mentaati Allah. “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (4:80)

 

2). Apa saja peran malaikat itu? Dan mengapa malaikat musti ada, bukankah Allah bisa melakukan semuanya tanpa bantuan siapa-siapa? Siapa saja yang pernah membaca al-Qur’an niscaya akan menemukan bahwa Allah ketika menempatkan dirinya sebagai orang pertama, kebanyakan menggunakan bentuk jamak (Kami). Apakah itu menunjukkan bahwa Tuhan itu lebih dari satu? Tentu tidak. “Sekiranya di langit dan di bumi ada tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah, pemilik ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.” (21:22) Penggunaan kata “Kami”, dengan memperhatikan konteks penggunaan ayat, menunjukkan bahwa Allah tidak melakukan sendiri pekerjaan itu. Ada pihak lain yang terlibat, entah malaikat, entah nabi, entah hukum alam (sunnatullah). Misalnya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (al-Qur’an) itu pada malam Laylatul Qadr.” (97:1) Di sini Allah menggunakan kata “Kami” karena pelaksana tugasnya ialah Malaikat Jibril. Kalau Allah yang melakukannya sendiri, tanpa keterlibatan pihak manapun, Dia juga menggunakan kata “Aku”. Misalnya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan padanya ruh-Ku, maka tunduklah kalian kepadanya sambil bersujud.” (15:28-29) Dengan demikian, munculnya malaikat sebagai ‘perantara’, bukan karena Allah butuh kepada mereka; juga bukan karena Allah tidak bisa melakukan semuanya tanpa bantuan siapa-siapa. Peran ke-‘perantara’-an malaikat adalah konsekuensi logis dari tugasnya selaku hamba yang diciptakan untuk posisi itu, sebagaimana Allah menciptakan manusia sebagai ‘khalifah’ di bumi, sebagaimana Allah menciptakan mineral-mineral untuk ‘mengabdi’ kepada tumbuhan, tumbuhan ‘mengabdi’ kepada hewan, dan ketiganya (mineral, tumbuhan, hewan) ‘mengabdi’ kepada manusia agar dapat menjalankan tugas pokoknya dengan baik. Itu sebabnya setiap (kelompok)  malaikat mempunyai deskripsi job-nya masing-masing.

 

3). Siapa saja malaikat Allah itu? Banyak. Tak terhitung. Tetapi yang populer di tengah-tengah umat—bahkan ada yang mengatakan wajib diketahui—ada 10:

         a. Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu dari Allah. (2:97-98)

         b. Malaikat Mikail, bertugas mengatur hujan, tetumbuhan, dan mengantarkan rezeki. (2:98)

         c. Malaikat Izrail atau Malaikat Maut, bertugas mencabut nyawa atau mematikan. Secara filosofis artinya mengubah satu bentuk eksistensi ke bentuk eksistensi berikutnya. (32:11)

         d. Malaikat Israfil, bertugas meniup terompet sangkakala penanda hari kiamat telah tiba.

         e. Malaikat Raqib, bertugas merekam segala perbuatan baik manusia. (50:18)

         f. Malaikat ‘Atid, bertugas merekam segala perbuatan buruk dan dosa manusia. (50:18)

         g. Malaikat Mungkar, bertugas di alam kubur menanyai manusia prihal perbuatannya dulu di dunia.

         h. Malaikat Nakir, juga bertugas di alam kubur, meminta pertanggungjawaban perbuatan manusia.

         i. Malaikat Ridwan, bertugas menjaga surga.

         j. Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka. (43:77)

Pembatasan pada angka 10 tersebut sebetulnya agak mengherankan. Sebab beberapa diantaranya tidak disebutkan dalam al-Qur’an. Sementara masih ada beberapa malaikat yang namanya secara spesifik justru disebutkan oleh al-Qur’an, namun tidak dimasukkan. Seperti Malaikat Zabaniah (96:18), yang kalau kita lihat konteks penyebutannya di Surat al-‘Alaq (96) tersebut bertugas mengazab dan menyiksa para pendosa. Ada lagi Malaikat Harut dan Marut (2:102) yang mengajari manusia ‘ilmu’ yang dengannya mereka ‘bisa’ meretakkan rumah tangga orang lain.  Ada yang tidak disebutkan namanya tapi disebutkan secara jelas tugasnya, yaitu malaikat yang bertawaf di sekeliling ‘Arasy (39:75), malaikat yang memikul ‘Arasy dan memintakan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman (40:7). Sangat mungkin juga bahwa setiap malaikat tadi tidak bekerja sendiri, melainkan bersama dengan timnya masing-masing. Malaikat pencabut nyawa, misalnya, paling tidak terdiri dari dua grup: yang mencabut nyawa dengan lemah-lembut dan yang mencabut nyawa dengan kasar. “Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.” (79:1-2)

 

4). Karena para malaikat dan rasul menjalankan tugas yang diembankan oleh Zat Yang Mahasuci, maka otomatis tugas-tugas mereka pun suci. Sehingga mengingkari mereka adalah mengingkari kesucian. Mengingkari kesucian berarti mengingkari Allah Yang Mahasuci, karena mustahil sampai kepada Allah orang-orang tidak suci. “Sesiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.”

 

 

AMALAN PRAKTIS

Sifat manusia tergantung dengan siapa dia bergaul. Bergaul dengan penjual minyak wangi, sedikit banyak akan terimbas oleh bau wanginya. Bergaul dengan orang suci, sedikit banyak akan kecipratan oleh kesuciannya. Maka ‘bergaul’-lah dengan para nabi dan malaikat, niscaya Anda perlahan akan ikut tersucikan. Caranya? Melalui agama…agama…agama!!!

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

5 Responses to “Al-Baqarah ayat 206”

  1. Deacon says:

    “The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it.” (Surah al-Baqarah 2:185)

    ******** HAVE A BLESSED AND JOYOUS RAMADAN EVERYBODY RAMADAN KAREEM**********

    We will be having Iftar here in the UAE around 6.42 pm…. how about you?

  2. rangga says:

    Terimakasih, akhirnya paham arti shibghah..

  3. any says:

    Assalamualaikum.. Wr. We
    Sungguh luar biasa dalill YG di paparkan Oleh akhy / ukhty..

    Ringkas, makna menjadi terungkap pemahaman baru Dan insya^Allah kita termasuk ORANG-ORANG yang beriman Di jalan Allah SWT. Aamiin,
    Wassalam..

Leave a Reply