Al-Baqarah ayat 96

By Muhammad Rusli Malik
In Tafsir Al-Baqarah
March 5, 2011
0 Comments
1603 Views

SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 96

 

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

[Dan pasti kamu akan mendapati mereka (yaitu Bani Israil), manusia yang paling loba kepada kehidupan ( dunia), bahkan (lebih loba) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari azab (api neraka). Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan].

[And you will most certainly find them the greediest of men for life (greedier) than even those who are polytheists; every one of them loves that he should be granted a life of a thousand years, and his being granted a long life will in no way remove him further off from the chastisement, and Allah sees what they do.]

 

1). Inilah jawaban lengkap dari seluruh masalah yang dimunculkan Bani Israil selama ini, sejak mengkhianati Khalifah Ilahi pilihan Allah sampai membunuh nabi-nabi; sejak masih bersama dengan Nabi Musa sampai pada zaman Nabi Muhammad saw, bahkan hingga kini. Yaitu: CINTA DUNIA TAKUT MATI. Bahwa sejauh ini kata “cinta dunia” sudah sering muncul di berbagai ayat, itu benar. Tetapi tidak selengkap yang ada di ayat ini. “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka (yaitu Bani Israil), manusia yang paling loba kepada kehidupan ( dunia), bahkan (lebih loba) dari orang-orang musyrik.” Artinya, Bani Israil dan orang musyrik sama-sama  “cinta dunia takut mati”, cuma Bani Israil jauh lebih tamak lagi. Bahkan paling tamak dari seluruh manusia. Sebegitu cintanya mereka kepada dunia sampai, “Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun”. Mereka berharap bahwa dengan umur yang panjang, satu, mereka punya waktu lebih lama untuk menikmati kesenangan-kesenangan dunianya, dan, dua, mereka bisa menghindari hukuman dan siksaan hari akhirat. “padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari azab (api neraka).” Kalau mereka kelihatannya belum di azab, itu karena Allah memberlakukan suatu metoda-Nya kepada mereka yang disebut istidraj (yaitu mereka seakan-akan dibiarkan berbuat seenaknya, padahal mereka sesungguhnya, tanpa mereka sadari, sedang berjalan menuju ke altar pelaksanaan eksekusinya). “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (7:182-183 dan 68:44:45) Itu sebabnya Allah hendak mempertegas pelaksanaan istidraj ini melalui anak kalimat yang menjadi penutup ayat 96 ini: “Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. Sehingga tidak ada satu pun dan sehalus apapun dari sepak-terjang mereka yang luput dari ‘teropong’ Allah swt. 

 

2). Frase أَحْرَصَ النَّاسِ (ahrashan-nāsi) yang kita temukan di awal ayat adalah bentuk superlatif. Sehingga bisa difahami bahwa Bani Israil adalah wangsa manusia paling tamak yang bisa kita temukan di seantero bumi ini. Apakah ini sebuah pernyataan pejorative? Mungkin, seandainya ayat ini turun dalam 100 tahun terakhir ini. Tetapi, hebatnya, ayat ini turun 1400 tahun yang lalu ketika kapitalisme beserta derivat-derivatnya belum ada kabar beritanya. Perhatikan permulaan ayat: وَلَتَجِدَنَّهُمْ [wa latajidannaɦum, Dan pasti kamu akan mendapati mereka (yaitu Bani Israil)]. Di situ ada lām ibtidā’ (huruf lām yang salah satu fungsinya ialah taukĭd, memperkuat kandungan kalimat), sehingga memberikan semacam ‘jaminan’ akan kepastian berlakunya isi berita yang termaktub di dalamnya. Tentu saja ayat ini tidak hanya benar sekarang, tetapi benar di sepanjang masa, hanya saja dimasa-masa yang lalu ketamakan mereka belum melembaga apalagi mengglobal seperti saat ini. Juga belum bermetamorfosa menjadi sebuah negara apartheid di atas negara milik bangsa lain yang penduduknya telah mereka usir dan bunuh dengan cara perang dan teror, atas persetujuan dan perlindungan organisasi-organisasi dunia yang mengklaim diri sebagai wakil ‘komunitas internasional’. Simak ayat ini baik-baik: “Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka (bangsa Palestina) kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan (yang melimpah), anak-anak (keturunan yang banyak), dan Kami jadikan kamu (pemilik) lembaga paling besar.” (17:6) Semua itu terjadi karena ketamakan, karena sifat loba. Karena eksistensi, investasi, kapitalsasi, kolonisasi, dan supremasi.

 

3). Untuk selanjutnya, jangan lupa frase berikut ini yang merupakan bagian dari ayat yang lalu (95): لَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدا (lan yatamannawhu abadan, mereka sekali-kali tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya). Bukan hanya tidak mengharapkan datangnya kematian itu, yang Bani Israil harapkan justru sebaliknya, يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ (yawaddu ahaduɦum law yu’ammaru alfa sanah, Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun). Sehingga klaim-klaim yang menyebut diri meraka sebagai أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ (abnāullah wa ahibbāuhu, anak-anak Allah serta permata-permata cintan-Nya—5:18) dan أَوْلِيَاء لِلَّهِ (awliyāullah, kinasih-kinasih Allah—62:6), hanyalah kamuflase belaka untuk menyembunyikan watak keserakahannya terhadap kehidupan dunia material ini. Yang benar ialah, mereka ingin mempertahankan supremasinya terhadap wangsa-wangsa lain untuk selamanya, dengan bertumpu pada kekuatan material-finansial yang mereka miliki. Dan untuk itu, mereka mau melakukan apa saja, termasuk dengan cara-cara yang tak terbayangkan oleh manusia normal. Cuma kejahatan-kejahatan mereka sulit terbaca oleh manusia kebanyakan sebab, satu, mereka menguasai perabot-perabot pembentuk opini yang memungkinkan mereka bisa memilih mana-mana peristiwa yang bisa disebut ber-‘nilai’ berita dan mana-mana yang bukan, mana-mana yang harus dibesar-besarkan dan mana-mana yang harus dibuang ke tempat sampah, “(Ingatlah) di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kalian katakan dengan mulutmu apa yang tidak kalian ketahui sedikit pun, dan kalian menganggap (berita) itu suatu yang ringan saja. Padahal pada sisi Allah adalah besar.”(24:15); dua, mereka menguasai lembaga-lembaga penentu kebijakan mondial sehingga lobbi mereka bisa menyeruak bagai sel-sel darah merah ke jantung dan otak kantor-kantor eksekutif negara-negara besar, yang kemudian ikut memberikan justifikasi politik dan akademik atas kejahata mereka. “Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada manusia manapun yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini, karena sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu’…” (8:48)

 

4). Apakah usaha Bani Israil itu akan berhasil? Inilah jawaban Allah: مَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ [mā ɦuwa bimuzahzihiɦi minal ‘adzab an yu’ammar, umur panjang itu sekali-kali tidak akan (dapat) menjauhkannya dari azab]. Baik azab dalam pengertian api neraka nanti di akhirat maupun dalam pengertian azab atau petaka besar yang akan menimpanya di dunia ini. Telah disebutkan di poin 2 bahwa Bani Israil akan melakukan lagi kejahatan besar dengan mengusir dan membunuh warga asli Palestina. Tetapi juga dikatakan bahwa pada saat kejahatan besar itu sedang mereka lakukan, tiba-tiba muncul kekuatan baru yang membuat wajah-wajah mereka menjadi suram karena takutnya (terhadap kekuatan baru tersebut), dimana kekuatan baru inilah nantinya yang menjadi ‘alat’ Allah untuk mengazab mereka di dunia ini. “Jika kalian (bani Israil) berbuat baik (dengan harta, turunan, dan lembaga besar itu, berarti) kalian berbuat baik buat dirimu sendiri tetapi jika kalian berbuat jahat maka kejahatan itu (juga) buat dirimu sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan kekuatan lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (al-Aqsha) sebagaimana (dulu) musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan seluruh apa saja yang mereka kuasai.” (17:7) Kapan peristiwa itu tiba? Persisnya, hanya Allah yang mengetahuinya. Yang pasti, setiap jengkal perbuatan mereka, berada di bawah pengawasan langsung Allah. وَاللّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ (wallahu bashĭyrun bimā ya’malŭwn, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan).

 

 

AMALAN PRAKTIS

Salah satu doa yang sering kita panjatkan ke hadirat Allah ialah meminta umur panjang. Apakah ada yang salah di sini? Tergantung niatnya. Kalau umur panjang itu dalam rangka beribadah dan memberi manfaat kepada sebanyak mungkin orang, sangat baik. Kalau dalam rangka menikmati kesenangan-kesenangan duniawi, ketahuilah semua itu tidak ada apa-apanya dibanding kesenangan akhirat. Dan kalau dalam rangka menghindar dari azab, maka bersiap-siaplah untuk kecewa. Karena umur panjang tidak akan kuasa sama menghindarkan Anda dari azab.

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

3 Responses to “Al-Baqarah ayat 206”

  1. Deacon says:

    “The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it.” (Surah al-Baqarah 2:185)

    ******** HAVE A BLESSED AND JOYOUS RAMADAN EVERYBODY RAMADAN KAREEM**********

    We will be having Iftar here in the UAE around 6.42 pm…. how about you?

  2. rangga says:

    Terimakasih, akhirnya paham arti shibghah..

  3. any says:

    Assalamualaikum.. Wr. We
    Sungguh luar biasa dalill YG di paparkan Oleh akhy / ukhty..

    Ringkas, makna menjadi terungkap pemahaman baru Dan insya^Allah kita termasuk ORANG-ORANG yang beriman Di jalan Allah SWT. Aamiin,
    Wassalam..

Leave a Reply