Al-Baqarah ayat 84

By Muhammad Rusli Malik
In Tafsir Al-Baqarah
February 19, 2011
0 Comments
1138 Views

SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 84

 

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لاَ تَسْفِكُونَ دِمَاءكُمْ وَلاَ تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

[Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kalian (yaitu): Kalian (berjanji untuk) tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh sesama), dan kalian (juga berjanji untuk) tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kalian berikrar (akan memenuhinya) sambil mempersaksikannya.]

[And when We made a covenant with you: You shall not shed your blood and you shall not turn your people out of your cities; then you gave a promise while you witnessed.]

 

1). Ini adalah kata إِذْ (idz, ketika) yang keempatbelas. Masih soal مِيثَاقَ (miytsāq) atau JANJI Allah kepada Bani Israil. Kalau di ayat yang lalu lima, di ayat ini ada dua. Janji ke-satu: Kalian tidak boleh menumpahkan darah sesama manusia. Janji Bani Israil ini mengingatkan kita pada ‘keberatan’ para malaikat terhadap gagasan pengangkatan Khalifah Ilahi di bumi. Waktu itu malaikat mengatakan begini: “Mengapa Engkau akan menjadikan di bumi (khalifah) yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah…?” (2:30) ‘Keberatan’ para malaikat ini merupakan negasi terhadap pelaksanaan tugas seorang Khalifah Ilahi dan sekaligus afirmasi terhadap watak dan parilaku Khalifah Duniawi. Bahwa yang namanya Khalĭfah Ilahi itu tidak mungkin membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah. Sebaliknya, Khalifah Duniawi kerjanya hanya akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah.Dia (Ratu Balqis) berkata: ‘Sesungguhnya para penguasa (Khalifah Duniawi) apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina,’…” (27:34) Dengan demikian, JANJI Bani Israil ini sebetulnya merupakan penegasan kembali agar mereka tetap konsisten menjalankan tugas-tugas kekhalifahan di belakang seorang Khalifah Ilahi pilihan Allah atas mereka. Kalau tidak, yakni apabila mereka berjalan sekehendak hati mereka sendiri, niscaya akan terjadi seperti yang dikuatirkan para malaikat.

Yang menarik juga di sini ialah kata دِمَاءكُمْ (dimāukum, darahmu). Kenapa Allah menggunakan dlamir (kata ganti) كُمْ (kum, kalian), sehingga kalau diartikan secara bebas akan berarti “menumpahkan darahmu sendiri”. Pasti maksudnya bukan melukai diri sendiri, apalagi bunuh diri, tetapi Allah hendak menegaskan bahwasanya melukai dan membunuh siapapun pada dasarnya sama dengan melukai dan membunuh diri sendiri. Karena dalam kata “manusia” dan “kemanusiaan” tidak ada pengecualian di sana, termasuk si pelaku itu sendiri. “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: sesiapa yang membunuh seseorang (manusia), bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan sesiapa yang menyelamatkan kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menyelamatkan kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.” (5:32)

 

2). Janji ke-dua: Kalian tidak boleh mengusir sesama dari kampung halaman mereka. Karena setiap makhluk yang Allah ciptakan, pasti Dia menciptakannya bersama rezki dan ruang-waktunya masing-masing. Maka siapa saja yang mengusir orang lain dari tempat-tempat tinggalnya yang sah, maka bukan saja melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, tapi juga melakukan kemungkaran dan kejahatan terhadap manusia dan kemanusiaan. Dan sesiapa yang membiarkan, atau hanya menjadi penonton, terhadap kejahatan seperti itu, pada hakikatnya juga adalah bagian dari pelaku kejahatan tersebut. Itu sebabnya di sini juga Allah menggunakan kata أَنفُسَكُم (anfusakum, diri kalian sendiri), dimana Allah kembali menggunakan dlamir (kata ganti) كُمْ (kum, kalian), dengan asumsi bahwa mengusir sesama manusia (siapapun orangnya, apapun agamanya, dan dari ras manapun) pada hakikatnya adalah mengusir dan menzalimi diri sendiri. Allah, yang ilmu-Nya meliputi masa lalu dan masa depan, masa kuno dan masa kini, zaman primitif dan zaman moderen, punya rahasia besar sehingga meminta Bani Israil untuk menjadikan perkara ini sebagai JANJI atas mereka. “Dan telah Kami pastikan atas Bani Israil dalam Kitab Suci: ‘Sesungguhnya kalian akan membuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kalian (suatu saat nanti) akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar’.” (17:4) Dan pada suatu saat nanti itu klau sudah benar-benar terjadi—dan pasti akan terjadi—maka peristiwa horor kemanusiaan itu menjadi pembeda yang tegas apakah orang itu berpihak pada kejahatan atau pada kemanusiaan, berpihak pada Khalifah Duniawi atau pada Khalifah Ilahi. Pada suatu saat nanti itu, kemanusiaan tidak lagi ditentukan oleh retorika tapi oleh pemihakan. Oleh sebab itu, kepada umat Islam, agar tidak kesulitan mengidentifikasi diri, Allah mempertegas jati dirinya dengan menyebut mereka sebagai: “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (3:110) Sehingga siapa saja yang hanya menjadi penonton terhadap horor kemanusiaan itu, pada dasarnya bukanlah bagian dari umat Islam, bagian dari ‘mereka’ (pelaku kejahatan tersebut).

 

3). Dengan demikian, dari duat ayat ini (83 dan 84), total JANJI Bani Israil kepada Allah, ada 7 item. Dan atas ketujuh item tersebut, mereka mengikrarkannya. Artinya mereka bersumpah setia dan diri mereka masing-masing menjadi saksi atas pelaksanaan sumpah tersebut, sebagaimana ketika mereka bersumpah untuk berpegang teguh kepada Kitab Suci (ayat 63) di bawah ‘ancaman’ ketibang Gunung Thursina. Penggunaan kata أَقْرَرْتُمْ (aqrartum, kalian berikrar) menunjukkan bahwa mereka pada saat itu benar-benar tidak main-main dengan sumpahnya. Yaitu bahwa mereka tidak akan mengingkarinya. Itu sebabnya Allah menyebut bumi ini sebagai qarār (tempat tinggal tetap bagi manusia), seasal kata dengan أَقْرَرْتُمْ (aqrartum, kalian berikrar), karena walaupun bola bumi berputar konstan dengan kecepatan yang tinggi, tetapi manusia tetap merasa aman dan tidak terpelanting-pelanting di atasnya. “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kalian sebagai qarār (tempat menetap) dan langit sebagai atap, dan membentuk kalian dengan rupa yang paling bagus, serta memberi kalian rezki dari yang baik-baik. Itulah (perbuatan) Allah, Tuhanmu. Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.” (40:64) Keikraran dan kesaksian mereka memperlihatkan bahwa mereka siap menerima segala risikonya apabila mereka kelak mengingkarinya. Lalu, apakah Bani Israil berpegang teguh pada JANJI mereka ini? Kita lihat faktanya di ayat berikutnya.

 

AMALAN PRAKTIS

Manusia agaknya tidak mungkin menghindar dari JANJI. Dan janji yang paling sakral adalah janji kepada Allah. Karena setiap janji kepada Allah pada dasarnya adalah pengulangan dari fithrah. Diantara janji fithrawi kita kepada Allah ialah bersedia untuk tidak saling menumpahkan darah dan mengusir dari kampung halaman masing-masing. Kalau Anda mengaku penganut Islam yang benar, camkan baik-baik JANJI ini.

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

5 Responses to “Al-Baqarah ayat 206”

  1. Deacon says:

    “The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it.” (Surah al-Baqarah 2:185)

    ******** HAVE A BLESSED AND JOYOUS RAMADAN EVERYBODY RAMADAN KAREEM**********

    We will be having Iftar here in the UAE around 6.42 pm…. how about you?

  2. rangga says:

    Terimakasih, akhirnya paham arti shibghah..

  3. any says:

    Assalamualaikum.. Wr. We
    Sungguh luar biasa dalill YG di paparkan Oleh akhy / ukhty..

    Ringkas, makna menjadi terungkap pemahaman baru Dan insya^Allah kita termasuk ORANG-ORANG yang beriman Di jalan Allah SWT. Aamiin,
    Wassalam..

Leave a Reply