Al-Baqarah ayat 19

By Muhammad Rusli Malik
In Tafsir Al-Baqarah
December 14, 2010
0 Comments
1596 Views

SURAT AL-BAQARAH Ayat 19

أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاء فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصْابِعَهُمْ فِي آذَانِهِم مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ واللّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ

[atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan jari-jari tangannya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut mat; dan Allah meliputi orang-orang kafir.]

[Or like abundant rain from the cloud in which is utter darkness and thunder and lightning; they put their fingers into their ears because of the thunder peal, for fear of death, and Allah encompasses the unbelievers.]

1). Ayat 17 dan 18 adalah perumpamaan pertama. Ayat 19 dan 20 adalah perumpamaan kedua mengenai suasana jiwa orang-orang munafiq. Di perumpamaan pertama, mereka diibaratkan menyalakan api yang dihilangkan cahanya kemudian mereka hidup dalam kegelapan sehingga jiwa mereka menjadi tuli, bisu dan buta. Di perumpamaan kedua ini, mereka dimetaforakan tertimpa hujan lebat yang disertai guruh dan kilat. Akibatnya, mereka ketakutan sebab tidak mau mati, karena cintanya kepada kehidupan dunia. Di sini lagi-lagi orang munafiq digambarkan hidup dalam ظُلُمَات (dhzulumāt, kegelapan), sehingga tidak bisa melihat jalan keluar. Mereka serasa berada dalam lorong gelap tak berujung di mana dari langit-langit lorong itu keluar air yang mengguyur disertai suara-suara memekakkan seperti guntur bertalu-talu, mengema-gema ke seluruh ujung lorong. Setiap mengambil jalan baru untuk lari dari keadaan ini, selalu jalan itu berakhir dengan kebuntuan. Setiap mereka berada di ujung lorong buntu setiap itu juga mereka bertambah panik. Dan setiap mereka bertambah panic setiap itu pula tensi kejahatannya terhadap manusia dan kemanusiaan juga meningkat, karena berfikir bahwa dengan melakukan kejahatan itu mereka segera bisa keluar dari lorong gelap itu.

2). Di sini ada metafora-metafora ini: hujan lebat dari langit, gelap gulita, guruh, kilat, dan menyumbat telinga dengan jari-jari tangan. Apa makna semua itu? Allah sering sekali menyebut al-Qur’an setelah sebelumnya menyebut hujan yang turun dari langit yang menghidupkan tanah yang mati dengan menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang subur. Dan Allah menggunakan kata yang sama untuk keduanya, yaitu “turun” dan “langit”. Artinya, yang paling dibeci oleh orang munafiq adalah kedatangan al-Qur’an dari ‘langit’, karena al-Qur’an akan menyuburkan dan mencerahkan jiwa manusia yang menyebabkan mereka kelak akan kehilangan basis konstituennya demi kelanjutan dinasti kekuasaannya yang penuh tipu muslihat. Mereka hanya bisa berkuasa dalam kegelapan, karena dengan begitu mereka bisa melakukan kejahatan apa saja tanpa dikenali oleh manusia. Ayat-ayat al-Qur’an memekakkan telinga mereka seperti guntur yang bertalu-talu dan menggema-gema. Mereka menutupkan jari-jari tangan ke telinganya dan ke telinga orang lain agar al-Qur’an tidak berbekas pada jiwanya, sebab dalam pandangan mereka al-Qur’an menjauhkan manusia dari lezatnya kehidupan dunia. Begitu cintanya mereka kepada lezatnya kehidupan dunia hingga takut berpisah dengannya; yang paling mereka takuti adalah kematian.

Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi, padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (5:64)

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kejahatan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang (melakukan perbuatan) aniaya.” (2:95 dan 62:7)

3). Klausa “mereka menyumbat telinganya dengan jari-jari tangannya”, mengajarkan lagi pelajaran berharga berkenaan dengan kehendak bebas. Yakni bahwa walaupun kita sering menjumpai ayat yang seakan-akan Allahlah yang membuat pendengaran, penglihatan dan qalbu manusia tertutup (ayat7), tetapi penggalan ayat ini menegaskan bahwa mereka sendirilah yang memilih untuk menyumbat telinganya dengan jari-jari tangannya. Pertanyaan yang menggugah ialah kenapa banyak manusia yang sengaja menyumbat telinganya dengan jari-jari tangannya dari mendengar suara kebenaran? Ayat ini juga menjawab melalui klausa berikutnya: حَذَرَ الْمَوْتِ (hadzaral mawt), sebab takut mati. Dan Nabi Suci saw menambahkan bahwa penyebab manusia takut mati ialah cinta dunia: hubbud duniya wa karāhiyatul maut. Itu alasannya kenapa di dalam al-Qur’an sangat banyak ayat yang menceritakan tentang hakikat kehidupan dunia. “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan permainan. Dan sungguh akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui.” (29:64) Karena cinta dunia adalah awal dari seluruh kejahatan.

4). Ekor ayat berbunyi واللّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ (wallahu muhythun bil-kaāfiryn): dan Allah meliputi orang-orang kafir. Padahal bukankah ayat yang sekarang kita bahas masih rangkaian dari ayat-ayat tentang orang munafiq? Penjelasannya: orang munafiq sebetulnya adalah orang kafir juga. Cuma mereka membungkus kekafirannya dengan baju agama karena punya niat busuk terhadap Islam dan orang-orang beriman. Dan yang mereka target bukan orang beriman dalam pengertian orang perorang. Yang mereka bidik adalah kesucian agama. Yang mereka ingin hilangkan bukan jasad agama, tapi ruh agama. Mereka tidak keberatan dengan Islam selama hanya mengurusi masalah ibadah mahdah dan dalam lingkup individu. Yang mereka tidak inginkan adalah Islam sebagai kekuatan politik, yang berdiri kokoh dan dengan shaf yang rapih. Maka yang mereka tebas adalah sesuatu yang menjadi penyebab substansial dari berdirinya Islam sebagai bangunan social-polisitk. Dan perbuatan mereka ini adalah pekerjaan bareng, kolaborasi dengan orang kafir yang ada di belakang sana (renungkan kembali S.5:41 yang sudah pernah dikutip sebelumnya). Itu makanya Allah memberikan ancaman yang lebih keras kepada orang munafiq ini, karena tersebab kamuflase dan penyusupan mereka, orang mukmin banyak yang tertipu, agama dan kaum mukmin menjadi barang ‘mainan’ orang kafir. “Sungguh orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan menemukan seorang penolongpun bagi mereka.” (4:145)

 

AMALAN PRAKTIS

Apabila manusia mengalami stress dan depresi, seperti dimataforakan di ayat ini, kebanyakan mereka berpikir bahwa itu disebabkan oleh tekanan pekerjaan yang terlalu berat. Mungkin ada benarnya, tetapi pernakah Anda berenung bahwa boleh jadi keadaan itu terjadi karena dalam diri Anda masih tersimpan sifat-sifat nifaq? Atau tanpa sadar masuk ke dalam rekayasa besar orang-orang munafiq itu? Kalau ya, segeralah keluar daripadanya…!!!

 

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

5 Responses to “Al-Baqarah ayat 206”

  1. Deacon says:

    “The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it.” (Surah al-Baqarah 2:185)

    ******** HAVE A BLESSED AND JOYOUS RAMADAN EVERYBODY RAMADAN KAREEM**********

    We will be having Iftar here in the UAE around 6.42 pm…. how about you?

  2. rangga says:

    Terimakasih, akhirnya paham arti shibghah..

  3. any says:

    Assalamualaikum.. Wr. We
    Sungguh luar biasa dalill YG di paparkan Oleh akhy / ukhty..

    Ringkas, makna menjadi terungkap pemahaman baru Dan insya^Allah kita termasuk ORANG-ORANG yang beriman Di jalan Allah SWT. Aamiin,
    Wassalam..

Leave a Reply