Al-Baqarah ayat 12

By Muhammad Rusli Malik
In Tafsir Al-Baqarah
December 14, 2010
0 Comments
1584 Views

SURAT AL-BAQARAH Ayat 12

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِن لاَّ يَشْعُرُونَ

[Ketahuilah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang merusak, tetapi mereka tidak menyadari.]

1). Setelah di ayat 8, ini adalah ayat kedua dimana Allah melakukan penyangkalan terhadap pengakuan subyektif orang munafiq. Di ayat 11 mereka mengkalim bahwa apa yang mereka lakukan bukan pengrusakan tapi pembangunan. Mereka mengakui bahwa perbuatan mereka itu adalah amalan orang-orang shaleh. Tetapi Allah kemudian menolak pengakuan mereka dengan mengatakan: Ketahuilah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang merusak, tetapi mereka tidak menyadari. Penggunaan kata “ketahuilah” di awal ayat hendak memberi kesan kepada penyimak bahwa tidak perlu menunggu hingga kejadian al-fāsad (decay, rottenness, decomposition, disintegration, corruption, depravation, deterioration, kerusakan)—sebagai akibat dari perbuatan tangan mereka—benar-benar terwujud baru percaya dan menyadari. Al-Qur’an adalah PETUNJUK (hudan), yang tidak saja menuntun manusia kepada kebenaran, tapi juga menuntunnya ke masa depan, agar manusia tidak menyesal di kemudian hari. Sehingga, berkenaan dengan masa depan, karakter mendasar yang dimiliki Kita Suci ini adalah sifat preventifnya. Al-Qur’an memprotek manusia dari satu generasi hingga berpuluh-puluh bahkan beratus generasi berikutnya. Al-Qur’an menghindarkan manusia dari menerima derita di dunia hingga siksa yang pedih di akhirat. Maka jikalau manusia dan kemanusiaan kini dilanda penderitaan dan beban social yang berat, itu karena mereka menolak keberlakuan total al-Qur’an sebagai the way of life, di tingkat individu dan wilayah sosial.

2). Dengan karakternya yang bersifat preventif dan futuristic itu, maka al-Qur’an tidak harus tunduk kepada kritik-kritik dan pertanyaan-pertanyaan saintifik. Asumsi dasarnya, sains adalah ibarat sebuah bangunan yang tak pernah selesai. Setiap saintis yang datang adalah ibarat seorang tukang batu yang meletakkan satu atau beberapa buah batu bata saja sebagai kelanjutan dari pasangan batu bata yang sudah ada yang juga diletakkan oleh berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus, tukang batu sebelumnya. Saintis, lewat bantuan pelbagai alat analisis yang mereka miliki, bisa menentukan satu bilngan tertentu yang akan terjadi di masa depan; tetapi sebelum kejadian itu benar-benar terjadi di masa depan yang diasumsikan, maka bilangan itu tak lebih dari ‘angka hipotesis’ belaka saja. Sebab nilainya sebagai sains nanti akan diterima manakala sudah terverifikasi secara empirik. Oleh karena itu bagaimana mungkin sains yang tak pernah tamat dan tak pernah ‘mencapai’ masa depan itu mengkritisi Kita Suci yang sudah tamat dan telah mencapai masa depan. Kata pepatah: ibarat pungguk merindukan bulan. Terbukti, hingga kini tak satupun temuan besar sains yang bertentangan dengan al-Qur’an.

3). Akhir ayat ini hampir sama dengan akhir ayat 9. Sama-sama berbuntut: “mereka tidak menyadari”. Kata “mereka” di sini tidak secara spesifik ditujukan kepada pelaku perbuatan tersebut—bahkan boleh jadi pelakunya sendiri menyadari akan risiko besar dari tindakan tersebut cuma mereka mengabaikannya karena telah terbutakan oleh syahwat kekuasaan duniawi. Maka kata “mereka” di ayat ini bisa berarti siapa saja, manusia mana saja, hidup di zaman apa saja, yang tidak bisa mengenal mereka (para pelaku kerusakan itu) dengan benar. “Mereka” adalah orang-orang yang tertipu oleh ‘sulap’ retorika mereka. “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menakjubkan(hati)mu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya (bahwa dirinya adalah bagian dari para nabi, shiddiqyn, syuhada, dan orang shaleh), padahal ia adalah penantang yang paling keras.” (2:204) Tujuan mereka yang sesungguhnya ialah memadamkan cahaya (agama) Allah: “Mereka bermaksud memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (dengan kekutan retorika dan informatika) mereka, sementara Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir itu benci.” (61:8)

 

AMALAN PRAKTIS

Berhati-hatilah saat akan melakukan suatu perbuatan. Karena boleh jadi perbuatan itu Anda anggap mendatangkan maslahat, padahal sebetulnya justru akan mendatangkan mafsadat. Maka sebelum bertindak, ambillah al-Qur’an dan terjemahannya, cari tema atau subyek perbuatan yang Anda akan lakukan dengan menggunakan buku indeks, pelajarilah ayat-ayat yang berkenaan dengan itu. Kemudian berlapang dadalah menerima apa kata Kitab Suci.

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

5 Responses to “Al-Baqarah ayat 206”

  1. Deacon says:

    “The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it.” (Surah al-Baqarah 2:185)

    ******** HAVE A BLESSED AND JOYOUS RAMADAN EVERYBODY RAMADAN KAREEM**********

    We will be having Iftar here in the UAE around 6.42 pm…. how about you?

  2. rangga says:

    Terimakasih, akhirnya paham arti shibghah..

  3. any says:

    Assalamualaikum.. Wr. We
    Sungguh luar biasa dalill YG di paparkan Oleh akhy / ukhty..

    Ringkas, makna menjadi terungkap pemahaman baru Dan insya^Allah kita termasuk ORANG-ORANG yang beriman Di jalan Allah SWT. Aamiin,
    Wassalam..

Leave a Reply