SABAR

By Muhammad Rusli Malik
In Artikel Pendidikan
January 23, 2017
0 Comments
677 Views

“Jangan ganggu aku terus yaa! Kesabaran aku sudah hampir habis.”

Bagi sebagian kita, kalimat ini menunjukkan sikap sabar orang itu, yang kalau gangguan tak henti-hentinya datang maka kesabarannya akan berakhir. Karena, konon, kesabaran ada batasnya.

Apa betul kesabaran itu bisa habis? Ketahuilah bahwa kesabaran itu adalah sifat bawaan yang memang selalu ada dan melekat di dalam jiwa (fitrah) manusia. Maka tidak mungkin bisa habis. Dan sifat sabar itu tumbuh setelah ada perjuangan, ikhtiar, atau kerja keras lainnya lalu menemui berbagai macam gangguan dan hambatan. Jadi tidak berlaku istilah sabar bagi mereka yang pasif.

Kalau ada orang yang kelihatannya telah “habis” kesabarannya, yang terjadi sesungguhnya ialah orang-nyalah yang sudah berhenti menjadikan kesabaran sebagai hiasan hidupnya. Bukan karena kesabarannya yang terbatas atau habis. Dan manakala seseorang sudah berhenti sabar, kita lebih tepat menyebutnya “orang itu tidak sabar.” Jadi yang ada hanya dua macam: “sabar” atau “tidak sabar“.

Nabi-nabi Ulul Azmi (nabi utama: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad) tidak lagi dicirikan dengan kesucian hatinya (karena setiap nabi pasti manusia suci). Tetapi dengan kesabarannya. Dan kesabaran mereka inilah yang Allah minta untuk dicopas oleh orang beriman (QS. 46:35). Karena kualifikasi antara orang sabar dan tidak sabar adalah 1 banding 10.

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَالِ ؕ اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِ ۚ وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْۤا اَ لْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
“Wahai Nabi! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang (musuh). Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu,’ niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang musuh, karena mereka itu’ adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS.8: 65)

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

2 Responses to “RIDWAN”

  1. Emma Fatimah says:

    Terima kasih tak terhingga untuk bapak Rusli Malik 🙏🙏🙏

  2. Renito says:

    Enlightment……!!

Leave a Reply