RIDWAN

By Muhammad Rusli Malik
In Artikel Pendidikan
January 23, 2017
2 Comments
670 Views

Ada dua jenis rida :

Pertama, hamba yang rida kepada (ketetapan) Tuhan.

Kedua, Tuhan yang rida kepada hamba-Nya; inilah yang disebut ridwan. Karena Tuhan adalah Zat yang Mahasempurna, maka manusia tak perlu buat syarat yang harus dipenuhi oleh-Nya.

Tetapi manusia yang hendak mendapatkan ridwan dari Allah, harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh-Nya. Kenapa? Sebab manusia punya kecenderungan untuk menyimpang dan melanggar. Dan karena syarat itu adalah ketetapan-Nya, maka bagaimanapun sulitnya, hamba yang hendak mendapatkan ridwan itu, mutlak menerima dan menjalankannya. Berarti, syarat pertama untuk mendapatkan ridwan-Nya adalah dengan terlebih dahulu bersikap rida terhadap ketetapan-Nya.

Di dalam Alquran, cara mencapai ridwan-Nya ada dua;

Pertama, adalah dengan mencarinya (يبتغون – _yabtaghuwna_)–misal: QS. 59:8. Dimana kita bisa mencarinya? Yaitu pada seluruh amal ibadah kepada-Nya. Karena bilamana ikhlas itu adalah bersih dari segala motif, lalu bisakah manusia normal berbuat tanpa motif? Tentu tidak bisa. Makanya, motifnya adalah mencari _*ridwan*_ Allah semata. Yaitu agar Allah rida terhadap pelaku amal ibadah tersebut.

Kedua, adalah dengan mengikutinya (اتبعوا – _ittaba’uu_)–misal: QS. 3:174. Yaitu mengikuti ajaran dan pembawa ajaran tersebut. Ajaran agama bertujuan menuntun manusia agar semua amal ibadahnya hanya dalam rangka menggapai rida-Nya. Dan para manusia suci adalah teladan untuk sampai ke sana.

 

فَكَيْفَ اِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَدْبَارَهُمْ* ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اتَّبَعُوْا مَاۤ اَسْخَطَ اللّٰهَ وَكَرِهُوْا رِضْوَانَهٗ فَاَحْبَطَ اَعْمَالَهُمْ

“Maka bagaimana (nasib mereka yang mengingkari kebenaran itu) apabila malaikat (maut) mencabut nyawanya sambil memukul wajah dan punggung mereka? Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya; sebab itu Allah menghapus segala amal mereka.” (QS.47:27-28)

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

Leave a Reply