RAHMAT

By Muhammad Rusli Malik
In Artikel Pendidikan
January 23, 2017
0 Comments
904 Views

Saking populernya kata ini sehingga banyak orang di masyarakat kita bernama Rahmat (laki-laki) dan Rahmah (perempuan). Tiap kali memberi salam, jarang yang tidak menambahkannya dengan _”wa rahmatullahi…”_ (dan rahmat Allah). Bahkan di Pembukaan UUD 1945, kata “rahmat” bisa kita temukan pada alinea ketiga.

Lalu apa sih itu “rahmat“? Rahmat adalah sumber dari sifat rahman (kasih) dan rahim (sayang) Allah, yang menyatu dengan Zat-Nya: Dia telah menetapkan atas Diri-Nya Rahmat (QS. 6:12 & 54). Karena segala sesuatu berasal dari Diri-Nya, maka tak ada sesuatu pun yang luput dari rahmat-Nya. Sehingga semua yang ada secara otomatis menjadi bukti kasih dan sayang-Nya.

Sebagai utusan Allah, Muhammad juga secara otomatis menjadi rahmat bagi seluruh alam (QS. 21:107). Yakni, bahwa Muhammad adalah jelmaan sempurna dari kasih dan sayang-Nya. Sehingga kalau bukan karena Muhammad, Allah tidak menciptakan kehidupan ini beserta alam semesta yang menopangnya.

Maka menegaskan diri sebagai pengikut Muhammad berarti berharap dapat rahmat Allah agar juga bisa menjadi agen penyebar kasih sayang kepada seluruh makhluk dan seluruh manusia, apapun agama, keyakinan, warna kulit, dan suku bangsanya.

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا
“Dan jika engkau akan berpaling dari mereka (para pengingkar ajaran agama) untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu (seperti) yang engkau harapkan, maka bicaralah kepada mereka dengan ucapan yang lemah lembut.”(QS.17: 28)

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

2 Responses to “RIDWAN”

  1. Emma Fatimah says:

    Terima kasih tak terhingga untuk bapak Rusli Malik 🙏🙏🙏

  2. Renito says:

    Enlightment……!!

Leave a Reply