Kisah Teladan Rasulullah

By alle
In Artikel Pendidikan
December 14, 2012
1 Comment
1375 Views

Kisah Teladan Rasulullah ;

Aku Memaafkannya Karena Allah

Rasulullah

Ikrimah putra Abu Jahal satu di antara orang-orang yang harus dibunuh pasca Fathu Makkah (Pembebasan Kota Mekah). Rasulullah Saw memerintahkan kaum Muslimin untuk membunuh Ikrimah di mana saja ia berada. Menghadapi kondisi seperti ini, Ikrimah melarikan diri ke Yaman. Istri Ikrimah merupakan perempuan cerdas dan aktif yang telah memeluk Islam. Setelah suaminya melarikan diri, ia mendatangi Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anak pamanku, Ikrimah telah melarikan diri ke Yaman karena takut terbunuh. Saya memohon kepadamu, maafkanlah dia dan selamatkanlah jiwanya!”

Dengan santun Rasulullah menerima permintaanya dan bersabda,

Karena Allah aku memaafkannya!

Dengan gembira perempuan ini pergi menyusul suaminya untuk memberikan kabar gembira. Setelah menempuh perjalanan panjang ia mendapati suaminya di tepi pantai Tuhamah sedang berusaha melarikan diri melalui laut. Ikrimah merasa takjub melihat istrinya. Setelah duduk di dekat Ikrimah, istrinya menceritakan apa yang terjadi seraya berkata, “Aku baru saja kembali dari menemui orang yang paling baik. Beliaulah yang paling menjaga hak-hak masyarakat. Aku telah memohon kepadanya perlindungan untukmu. Kau tidak perlu menyusahkan dirimu. Mari kembali ke rumah bersamaku!”

Sulit bagi Ikrimah mempercayai kejadian itu. Akhirnya keduanya kembali ke Mekah. Kepada para sahabatnya Rasulullah Saw berkata,

“Ikrimah akan datang kepada kita dalam keadaan beriman. Mulai sekarang jangan lagi mengolok-olok ayahnya, Abu Jahal. Karena mengolok-olok orang yang telah meninggal dunia membuat keluarganya tidak senang!”

Ikrimah dan istrinya sampai di Mekah. Istri Ikrimah mendatangi Rasulullah Saw dan mengabarkan akan kedatangan suaminya. Rasulullah merasa senang dan berkata, “Katakan padanya agar menemuiku!”

Ikrimah mendatangi Rasulullah Saw. Kepadanya Rasulullah Saw berkata,

Aku telah memberitahukan kepada istrimu. Sekarang juga akan aku beritahukan kepadamu bahwa kau berada di bawah perlindungan. Untuk itu, kamu bisa hidup dengan aman dan tenang.

Ikrimah betul-betul gembira mendapat perlakuan dan maaf dari Rasulullah. Akhirnya, pada saat itu juga ia memeluk Islam di hadapan Rasulullah Saw dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Engkau adalah hamba Allah. Aku menyesali perbutan-perbuatanku yang telah lalu. Engkau adalah hamba Allah yang paling baik dan pemaaf. Aku berjanji di hadapanmu untuk menebus kesalahan-kesalahanku di masa lalu.”

Kemudian ia melanjutkan, “Wahai Rasulullah! Untuk menebus kesalahan-kesalahanku di masa lalu, aku berjanji akan menggunakan harta kekayaanku di jalan Allah dua kali lipat dari yang selama ini telah aku sumbangkan di jalan kesyirikan dan orang-orang Musyrik.

Ikrimah memenuhi janjinya dan tetap berada di jalan Allah layaknya seorang muslim sejati. Setelah beberapa tahun akhirnya ia mencapai syahadah di masa pemerintahan Abu Bakar. (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

Ikrimah putra Abu Jahal satu di antara orang-orang yang harus dibunuh pasca Fathu Makkah (Pembebasan Kota Mekah). Rasulullah Saw memerintahkan kaum Muslimin untuk membunuh Ikrimah di mana saja ia berada. Menghadapi kondisi seperti ini, Ikrimah melarikan diri ke Yaman. Istri Ikrimah merupakan perempuan cerdas dan aktif yang telah memeluk Islam. Setelah suaminya melarikan diri, ia mendatangi Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anak pamanku, Ikrimah telah melarikan diri ke Yaman karena takut terbunuh. Saya memohon kepadamu, maafkanlah dia dan selamatkanlah jiwanya!”

Dengan santun Rasulullah menerima permintaanya dan bersabda,

Karena Allah aku memaafkannya!

Dengan gembira perempuan ini pergi menyusul suaminya untuk memberikan kabar gembira. Setelah menempuh perjalanan panjang ia mendapati suaminya di tepi pantai Tuhamah sedang berusaha melarikan diri melalui laut. Ikrimah merasa takjub melihat istrinya. Setelah duduk di dekat Ikrimah, istrinya menceritakan apa yang terjadi seraya berkata, “Aku baru saja kembali dari menemui orang yang paling baik. Beliaulah yang paling menjaga hak-hak masyarakat. Aku telah memohon kepadanya perlindungan untukmu. Kau tidak perlu menyusahkan dirimu. Mari kembali ke rumah bersamaku!”

MakkahSulit bagi Ikrimah mempercayai kejadian itu. Akhirnya keduanya kembali ke Mekah. Kepada para sahabatnya Rasulullah Saw berkata,

“Ikrimah akan datang kepada kita dalam keadaan beriman. Mulai sekarang jangan lagi mengolok-olok ayahnya, Abu Jahal. Karena mengolok-olok orang yang telah meninggal dunia membuat keluarganya tidak senang!”

Ikrimah dan istrinya sampai di Mekah. Istri Ikrimah mendatangi Rasulullah Saw dan mengabarkan akan kedatangan suaminya. Rasulullah merasa senang dan berkata, “Katakan padanya agar menemuiku!”

Ikrimah mendatangi Rasulullah Saw. Kepadanya Rasulullah Saw berkata,

Aku telah memberitahukan kepada istrimu. Sekarang juga akan aku beritahukan kepadamu bahwa kau berada di bawah perlindungan. Untuk itu, kamu bisa hidup dengan aman dan tenang.

Ikrimah betul-betul gembira mendapat perlakuan dan maaf dari Rasulullah. Akhirnya, pada saat itu juga ia memeluk Islam di hadapan Rasulullah Saw dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Engkau adalah hamba Allah. Aku menyesali perbutan-perbuatanku yang telah lalu. Engkau adalah hamba Allah yang paling baik dan pemaaf. Aku berjanji di hadapanmu untuk menebus kesalahan-kesalahanku di masa lalu.”

Kemudian ia melanjutkan, “Wahai Rasulullah! Untuk menebus kesalahan-kesalahanku di masa lalu, aku berjanji akan menggunakan harta kekayaanku di jalan Allah dua kali lipat dari yang selama ini telah aku sumbangkan di jalan kesyirikan dan orang-orang Musyrik.”

Ikrimah memenuhi janjinya dan tetap berada di jalan Allah layaknya seorang muslim sejati. Setelah beberapa tahun akhirnya ia mencapai syahadah di masa pemerintahan Abu Bakar. (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

About Has 20 Posts

"Everything should be as simple as possible, but not simpler." - Albert Einstein

Leave a Reply