IMAN

By Muhammad Rusli Malik
In Artikel Pendidikan
January 23, 2017
0 Comments
664 Views

Kata iman tidak saja mengandung makna percaya tapi juga rasa tenang, karena iman seasal kata dengan aman. Maka seharusnya orang beriman lebih tenang ketimbang yang tidak beriman. Semakin banyak orang beriman di suatu masyarakat juga seyogyanya semakin damai dan tenteram kehidupan di tempat itu. Karena orang beriman, secara pribadi hatinya tenang, dan secara sosial menjadi orang yang turut mencipta dan menjaga keamanan dan ketertiban sosial.

Iman adalah percaya kepada sesuatu yang tidak terjangkau oleh panca indera, setelah melalui proses penalaran (ilmu) yang benar. Yang paling tinggi adalah Tuhan. Orang beriman percaya bahwa segala sesuatunya berasal dari, atau tercipta oleh, Tuhan. Pemain utama di seluruh alam hanya Tuhan. Sehingga semuanya menjadi relatif. Yang Mutlak hanya Yang Tunggal.

Maka ketenangan jiwa orang beriman tidak mungkin terusik oleh harta, pangkat, kesenangan dunia, perbedaan agama, suku bangsa, dan pilihan politik. Karena mereka tahu bahwa semua itu sifatnya relatif. Pangkal dari semuanya adalah Tuhan. Sehingga terikatnya hati orang beriman hanya kepada Tuhannya, Zat yang tidak berubah dan tidak labil.

Lalu bagaimana cara meningkatkan kualitas iman? Yaitu dengan istikamah melaksanakan ibadah dan amal saleh. Ibadah artinya menghamba hanya kepada Tuhan. Amal saleh adalah aktif berbuat baik demi kemaslahatan orang banyak.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ يَهْدِيْهِمْ رَبُّهُمْ بِاِيْمَانِهِمْ ۚ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. 10: 9)

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

Leave a Reply