ILMU

By Muhammad Rusli Malik
In Artikel Pendidikan
January 23, 2017
0 Comments
712 Views

Ilmu aslinya dari Bahasa Arab. Dalam Bahasa Indonesia ada kesamaannya dengan pengetahuan. Jika disimpulkan, ilmu adalah pengetahuan yang benar. Ilmu diperoleh setelah melalui proses penalaran yang benar dengan menggunakan alat yang disebut akal budi.

Akal berfungsi untuk mendapatkan ilmu dengan perantaraan alam kehidupan, agama, dan diri manusia. Sementara budi untuk mendapatkan ilmu dengan tanpa perantaraan. Sehingga ilmu ada dua macam: ilmu yang diperoleh melalui perantara (ilmu hushuli), dan ilmu yang diperoleh dengan tanpa perantara (ilmu hudhuri atau ilmu laduni).

Sebelum beriman, manusia harus memiliki pengetahuan yang benar tentang objek yang akan diimaninya. Misalnya Tuhan. Sebelum mengimani Tuhan, harus terlebih dahulu mengetahui apa itu Tuhan. Jika tuhan diimani hanya secara dogmatik, maka kelak yang disembah bukan Tuhan yang benar tapi tuhan menurut angan-angan.

Itu sebabnya ayat (Alquran) pertama turun bukan perintah sembahyang, bukan perintah puasa, atau perintah membayar zakat, tapi perintah membaca: iqra’ (bacalah). Yang berarti bahwa pondasi agama dan kehidupan adalah ilmu. Sangat disayangkan bahwa obor ilmu sekarang justru tidak berada di tangan orang Islam.

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَـقُّ ۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖ وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku’.” (QS. 20:114)

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

Leave a Reply