Hasil Muktamar Ulama Syam

By Muhammad Rusli Malik
In Artikel Pendidikan
July 3, 2013
0 Comments
2515 Views

Fatwa yang Membolehkan Penumpahan Darah Kaum Muslim tidak Ada Kaitannya dengan Syariah, kata Muktamar Syam.

 

Muktamar UlamaBeirut, (SANA)-Ketua Persatuan Ulama Syam (yang mencakup negara-negara belahan timur Meditrania dan tetangga-tetangganya–pen), Mohammad Tawfik al-Bouti (yang merupakan putra dari Asy-Syahid Syaikh DR. Said Ramadhan al-Bouti–pen), mengatakan bahwa fatwa kelompok Takfiri yang membolehkan menumpahkan darah kaum Muslim dan memantik kekerasan di tengah-tengah mereka, tidak ada kaitannya dengan syariah. Pendapat seperti itu datang dari niat jahat seseorang yang tidak sejalan dengan semangat dan prinsip-prinsip Islam.

“Kendati terdapat perbedaan di antara kita, tetapi yang menjadi musuh utama ialah pihak yang menguasai secara paksa Masjid al-Aqsa,” kata al-Bouti pada acara pembukaan pelaksanaan Muktamar Persatuan Ulama Syam yang diadakan di Beirut dengan motto: “Toleransi Islam dan Hasutan Kaum Takfiri.

Ia mengajak putra-putra bangsa-bangsa Islam, khususnya para ulama, untuk mengambil tanggung jawab atas tahapan berbahaya dari sejarah bangsanya dan mencari jalan keluar yang dapat melibatkan semua orang secara bersama-sama melalui dialog.

Pada gilirannya, Mufti Besar Syria Ahmad Badreddin Hassoun mengatakan bahwa (yang terjadi di Syria–pen) saat ini adalah perang melawan Tentara Pemerintah Syria yang berada di balik kemenangan kelompok-kelompok perlawanan terhadap Israel.

“Mereka yang memulai menghancurkan Tentara Pmerintah sejak dua tahun lalu hingga kini melihat bahwa Tentara Syria adalah alasan di balik kemenangan Kelompok Perlawanan di Gaza dan Lebanon Selatan,” ujar Mufti Besar, seraya menambahkan bahwa perang tersebut adalah melawan tentara, dan bukan melawan pemerintah Syria.

Ia menyeru kepada para ulama Muslim di dunia untuk segera mengadakan pertemuan di Damaskus, bukan di Genewa, untuk mengadakan rekonsiliasi. Saat menyampaikan pidatonya, Kepala Kantor Eksekutif Persatuan Ulama Syam , Sheikh Hassan Abdullah menekankan bahwa hasutan adalah perang terhadap Islam, tetapi bukan perang antar-Islam, dan mereka yang berfikir bahwa ada kekuatan yang bisa membuat pecah (umat Islam), akan salah total. Ia mengajak para ulama untuk melawan hasutan Kaum Takfiri, yang melahirkan ruang operasi utama yang diarahkan oleh Barat dan beberapa rejim Arab. ulama syamWakil Sekjen Hezbollah, Sheikh Naim Qassem mempertanyakan mengenai siapa yang menunjuk Kaum Takfiri tersebut untuk menghakimi orang lain dan memutuskan apakah orang itu masuk ‘neraka’ atau ‘surga’, dan siapa yang memberi mandat kepadanya untuk menjadi garda Bangsa dimana mereka hancur lebur di dalamnya.

Wakil ulama Iran, Mohammad Ali al-Taskhiri, menekankan bahwa perbuatan mengkafirkan adalah dosa besar dan juga sangat berbahaya, sehingga mereka yang menganut cara itu harus menyadari bahwa mereka membahayakan Negara dan harus bertanggung jawab atas semua pembunuhan, konflik, pengeboman dan kerusakan.

Selanjutnya, wakil ulama Australia, Sheikh Taj-Eddin al-Hilali, menekankan bahwa adalah lebih berguna bagi mereka yang menyebut orang lain “pelaku bid’ah” bertolak ke Palestina untuk membebaskannya ketimbang memporak-porandakan Iraq dan Syria yang melayani proyek Amerika.

Perwakilan ulama Palestina, Sheikh Abdullah Katamto, mengatakan bahwa Takfirisme hari ini adalah bersifat politik ketimbang keagamaan, dan tidak berdasarkan pada ideologi.

Maher Hammoud, Imam Masjid Al-Quds di Sidon, Lebanon, mengatakan bahwa Kaum Takfiri mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat dan Israel, dan disuplai dengan senjata serta memperoleh dukungan penuh, seraya menambahkan: “Kita harus waspada dengan pendirian yang setengah-setengah karena hanya akan membesarkan Takfirisme dan memberinya jubah politik dan hukum.”

Mufti Tatarstan, Sheikh Kamel Sami’allah, menekankan bahwa Takfirisme adalah penyakit yang menyerang ‘tubuh Islam’ dan melemahkannya. Ia juga menyampaikan harapannya agar Muktamar ini menjadi wahana untuk mengoreksi banyak kesalahan ideologi.

Sumber:

1) http://sana.sy/eng/22/2013/07/03/490473.htm

2) http://sana.sy/ara/3/2013/07/03/490440.htm

About Has 241 Posts

Do not criticize too much, too much criticism leads to hate and bad behaviour. -Imam Ali (AS)

Leave a Reply